Para Penjaga Hutan

Paradigma pengelolaan hutan saat ini berubah dari “scientific forest” menjadi paradigma pengelolaan hutan yang berbasis kemasyarakatan. Meskipun demikian, tata kelola hutan di Indonesia hingga saat ini masih menyisakan berbagai ragam ketidakjelasan; termasuk berbagai konflik vertikal dan horisontal, ketidakjelasan status hukum akan lahan dan tidak diakuinya berbagai hak kelola rakyat di wilayah tersebut. 

Di sisi lain berbagai praktek pengelolaan kawasan hutan yang dilakukan oleh masyarakat lokal/ adat telah dilakukan lewat praktik pengelolaan lintas generasi. Potret yang ditampilkan oleh Mongabay Indonesia berikut adalah upaya untuk menunjukkan berbagai keragaman praktik yang berjalan di berbagai tingkat kebhinekaan masyarakat akar rumput yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Potret ini masih berupa wajah kecil, representasi, dan kami akan melengkapi tahap demi tahap sejalan dengan waktu.

Tautan Video

Kembalinya Ekologi Ekosistem Mangrove Lubuk Kertang Berandan Barat Langkat
Pohon Asuh Penyangga Kehidupan

Tautan Berita Lebih Lanjut

Pemerintah-DPR Sepakat Lanjut Bahas RUU Masyarakat Adat

Pemerintah meminta waktu tiga masa sidang menyelesaikan pembahasan RUU Masyarakat Adat ini. Tiga kali masa persidangan dinilai terlalu lama bahkan riskan, bisa tak selesai karena 2019, sudah memasuki masa pemilihan umum baik pemilihan presiden maupun legislatif.

Kebijakan Satu Peta Segera Rilis

Pemerintah menargetkan geoportal Kebijakan Satu Peta rilis di laman tanahair.indonesia.go.id, sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2018. Harapannya, kebijakan ini jadi dasar tata ruang agar tak terjadi tumpang tindih dan konflik dalam penggunaan lahan.

Perhutanan Sosial Dorong Reforestasi, Bukan Legalisasi Deforestasi

Mohammad Adib, Dosen Antropologi FISIP Universitas Airlangga, menulis Opini di Kompas 17 Juni 2018, berjudul “Perhutanan Sosial sebagai Legalisasi Deforestasi.”Dalam artikel itu, lebih dari separuh tulisan (hanya) berisi data-data dan definisi deforestasi yang dikutip dari sejumlah sumber.

cc-footer

© 2019 Copyright CC BY-NC 4.0